Pria Bersenjata Tajam di Kalsel Diamankan TNI

SINMETA.ID, Hulu Sungai Selatan – Berlagak sok jagoan, seorang pria yang membawa senjata tajam di SPBU Bamban Selatan, Kecamatan Angkinang, Hulu Sungai Selatan (HSS), diamankan seorang anggota TNI. Kejadian yang terekam CCTV ini pun viral, usai tersebar di media sosial.

Dalam video tersebut, awalnya terlihat seorang pria berjalan dengan gaya begitu pongah menghunuskan senjata tajam jenis parang.

Kemudian bang jago tanpa baju itu mendekati seorang wanita yang mengisi bahan bakar. Setibanya di dekat si wanita, terlihat parang dimasukkan ke kumpang (sarung sajam) yang tergantung di pinggang.

Sempat terjadi dialog antara pelaku dengan si wanita yang mengisi bahan bakar, sebelum terlihat seorang anggota TNI berpakaian lengkap mendekat.

Pria bersenjata tajam yang beraksi di salah satu SPBU di Hulu Sungai Selatan terekam kamera CCTV sebelum akhirnya diamankan oleh anggota TNI.

Tanpa banyak basa-basi, tentara yang belakangan diketahui anggota Kodim 1003/HSS tersebut mengambil parang dari tangan pelaku, sebelum melakukan gerakan mengunci dan membuat bang jago tak berkutik.

Ketika dikonfirmasi tim media, Dandim 1003/HSS Letkol Inf Nurliwedie Nurdin Kanan, membenarkan aksi pengamanan yang dilakukan salah seorang anggotanya.

“Memang benar anggota kami bernama Serda M Sofyan yang bertugas di Provost Kodim 1003/HSS,” papar Nurliwedie Nurdin.
Dijelaskan juga bahwa peristiwa tersebut terjadi pukul 15.45 Wita, Jumat (28/4), ketika Sofyan bermaksud mengisi bahan bakar di SPBU Bamban Selatan Angkinang.

Ketika mengantri pengisian bahan bakar, Sofyan melihat seorang pria yang membuat onar dengan cara mengacungkan sambil memutar-mutarkan parang.

Beberapa pengendara yang mengantre pun takut, hingga akhirnya Sofyan dengan sigap mendatangi merampas senjata tajam, sekaligus meringkus pelaku.

 

(AR)

Bagikan berita ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Kasat Narkoba Jaktim Tewas Tertabrak Kereta Api
Next post El Nino Disebut Akan Pengaruhi Produksi Beras di Indonesia