Operasi Penyelamatan Korban Banjir Humbang Hasundutan Masuki Hari ke 7

SINMETA.CO.ID, Humbang Hasundutan – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban banjir bandang di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, masih terus dilakukan hingga hari ke-7 setelah peristiwa tragis tersebut terjadi. Meskipun upaya pencarian telah dilakukan dengan penuh dedikasi, hasilnya masih nihil. Hal ini membuat pihak berwenang memutuskan untuk melanjutkan operasi Search and Rescue (SAR) selama tiga hari tambahan, dimulai sejak Sabtu (9/12) hingga Selasa (12/12).

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Sumatera Utara, Budiono, menyampaikan bahwa upaya pencarian masih difokuskan pada tiga sektor. Pertama, di wilayah perairan, baik di atas permukaan maupun di dasar air. Kedua, di sisi kiri jalan pesisir Danau Toba, dan ketiga, di sisi kanan jalan yang mengarah ke hulu. Meskipun telah berjalan selama tujuh hari, skema pencarian tetap sama, dan tiga sektor tersebut terus menjadi fokus utama tim SAR. “Skema masih sama. Ada tiga sektor yang kita mainkan,” ungkap Budiono, kepala Basarnas Sumut.

Tim SAR terdiri dari personel gabungan, termasuk tim anjing pelacak K-9 SAR Direktorat Samapta Polda Sumut, tim alat berat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Mereka melakukan penyisiran di sektor dua dan tiga di sepanjang Danau Toba. Selain itu, tim Basarnas Special Group dan Polairud bertanggung jawab untuk pencarian di dasar Danau Toba, sedangkan tim permukaan perairan oleh Basarnas, BPBD Humbang Hasundutan, dan tim Aquaeye melakukan penyisiran wilayah perairan dalam dengan menggunakan alat monitor khusus.

Tim anjing pelacak K-9 SAR menghadapi beberapa kendala, terutama karena jumlah material bebatuan besar yang sangat banyak. Bebatuan ini menjadi faktor penghambat untuk anjing pelacak dalam mendeteksi keberadaan korban. Selain itu, material lumpur yang terbawa banjir bandang memiliki ketebalan bervariasi hingga tiga meter, sehingga membutuhkan upaya ekstra dari para tim untuk menemukan 10 korban yang masih hilang. Tim alat berat terus berusaha menyingkirkan bebatuan besar dan material lumpur untuk meningkatkan performa anjing pelacak dan tim pencarian lainnya. Hingga hari ini, jumlah warga yang mengungsi di Pos Pengungsian Kantor Kecamatan Baktiraja mencapai 151 orang. Meskipun terjadi penurunan jumlah pengungsi karena sebagian warga memilih menetap sementara di rumah kerabat, penanganan pengungsi oleh lintas stakeholder terkait masih berjalan seperti sebelumnya. Sesuai arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., pada Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Baktiraja, Humbang Hasundutan pada Senin (4/12), upaya pencarian dan pertolongan harus menjadi prioritas utama, termasuk penanganan pengungsi.

Bagikan berita ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Masa Kampanye, Prabowo Dijadawalkan Kunjungi Sumbar