Jokowi Minta Konfik Bersenjata di Myanmar Dihentikan

SINMETA.ID, Labuan Bajo – Presiden RI Joko Widodo kembali menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada 9-11 Mei 2023.

Menurut Presiden Jokowi, situasi terkini di Myanmar, termasuk serangan yang terjadi ketika Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (AHA Centre) hendak mengirimkan bantuan kemanusiaan tidak akan menyurutkan tekad RI dan ASEAN dalam menyerukan penghentian kekerasan di Negeri Seribu Pagoda tersebut.

“Yang ingin saya tegaskan bahwa hal ini tidak akan menyurutkan tekad ASEAN dan Indonesia untuk menyerukan kembali hentikan kekerasan. Stop using force. Stop violence (Hentikan pengerahan pasukan. Hentikan kekerasan. -red),” katanya saat menyampaikan keterangan pers di salah satu venue KTT ke-42 ASEAN di Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo, Senin.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa kekerasan harus dihentikan karena pada akhirnya rakyat yang menjadi korban dari situasi tersebut.

“Kondisi ini tidak akan membuat siapa pun menang. Saya mengajak marilah kita duduk bersama, ciptakan ruang dialog untuk mencari solusi bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengakui kondisi Myanmar sebagai sesuatu yang kompleks dan telah berlangsung lebih dari tujuh dasawarsa lamanya.

Indonesia, lanjut Jokowi, dalam Keketuaan ASEAN 2023 terus mendorong implementasi Konsensus Lima Poin terkait Myanmar di mana salah satunya adalah membukakan jalan bagi ASEAN untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar.

Menurut Presiden, Indonesia dalam Keketuaan ASEAN telah berhasil memfasilitasi AHA Centre.

“Sehingga joint need assessment mampu diselesaikan, yang sempat tertunda cukup lama karena masalah akses. Ini masalahnya adalah di masalah akses,” ujar Jokowi.

Kendati demikian, Presiden Jokowi menyayangkan ketika AHA Centre didampingi Tim Monitoring ASEAN melakukan penyerahan bantuan kemanusiaan justru terjadi baku tembak.

Indonesia menjabat Keketuaan ASEAN pada 2023 setelah sebelumnya menerima “tongkat estafet” kepemimpinan dari Kamboja.

Rencananya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN akan digelar di Labuan Bajo, NTT pada 9 hingga 11 Mei 2023.

Sejumlah pertemuan pejabat tinggi akan diselenggarakan di beberapa daerah di Indonesia sebelum pelaksanaan KTT Ke-43 ASEAN yang rencananya digelar di Jakarta pada September 2023.

 

(FW)

Bagikan berita ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Gempa Bumi 3,4 SR Guncang Keerom Papua
Next post Indonesia Dapat Jatah 8000 Kuota Haji