Wamendag : Tingkatkan Kualitas Ekosistem Niaga-Elektronik, Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital

Sinmeta-, Arahan Presiden Joko Widodo agar pemerintah dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital melalui akselerasi transformasi digital pada sektor perdagangan secara inklusif dan berkelanjutan. Dan salah satu kebijakan Kementerian Perdagangan adalah meningkatkan kualitas ekosistem niaga-elektronik sebagai bagian dari transformasi struktural perdagangan.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga saat seminar website Lintas Teknologi “Solutions Day 5th Edition” (6/12), bertemakan Orchestrating Technologies to Boost Economic Growth. Turut hadir Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Hinsa Siburian dan Presiden Direktur PT Lintas Teknologi Indonesia Muhammad Paisol.

Dan sedikitnya ada empat rencana aksi telah disiapkan untuk mewujudkan visi tersebut. Pertama; Digitalisasi pasar rakyat dan pemberdayaan usaha mikro kecil (UMK). Kedua; Pembentukan tenaga fasilitator niaga-el. Ketiga; Penataan dan penguatan regulasi niaga-el. Dan Keempat; Fasilitasi promosi produk UMKM melalui internet yang dapat diakses di tautan htt+s: sortal indonesia.id .

Wamendag : Tingkatkan Kualitas Ekosistem Niaga-Elektronik, Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital

Jerry Sambuaga menerangkan, pemerintah perlu bekerja sama dalam menentukan arah kebijakan pengembangan, meningkatkan pertumbuhan, dan membangun ekosistem niaga-el (e-commerce) yang kondusif. Hal itu disebabkan niaga-el adalah aktivitas lintas sektor.

“Isu-isu seperti minimnya regulasi, pembinaan, isu keamanan siber, logistik, pembayaran, serta penguatan kompetensi tenaga kerja, pelaku usaha, dan produk lokal dapat diatasi melalui kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, namun juga melibatkan pelaku usaha, praktisi, dan akademisi”, ujar Jerry Sambuaga.

Apresiasi disampaikan pula oleh Jerry Sambuaga untuk forum yang mempertemukan segenap pemangku kepentingan di bidang penyedia teknologi tersebut yang merupakan sektor pendukung berkembangnya digitalisasi perdagangan di Indonesia.

Dan forum ini harus dapat menjadi sarana untuk menjawab berbagai tantangan yang hadir seiring perkembangan ekonomi digital dunia. Sekaligus dalam forum Wamendag Jerry memaparkan, bahwa kontribusi ekonomi digital Indonesia masih relatif kecil terhadap perekonomian nasional, namun pertumbuhannya tergolong pesat.

Wamendag : Tingkatkan Kualitas Ekosistem Niaga-Elektronik, Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital

Ekonomi digital Indonesia pada 2021 mencapai Rp980 triliun (5,7 persen dari produk domestik bruto). Pada 2030, PDB Indonesia diproyeksikan mencapai Rp.24 ribu triliun pada 2030 sementara ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menyumbang 18 persen dari PDB atau sekitar Rp.4.531 triliun.

Pada 2030, outlook ekonomi digital Asia Tenggara akan menunjukan perkembangan yang signifikan, Gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan meningkat lima kali lipat dan akan menjadi dua kali lipat nilai GMV se Asia Tenggara.

Platform digital telah menjadi solusi bagi UMKM di Asia Tenggara untuk bertahan dari pandemi. Layanan keuangan digital muncul sebagai pendukung penting. “Pedagang yang telah onboarding pun saat ini telah merasakan dampok digitalisasi. Lebih dari 90 persen pedagang daring akan terus menggunakan teknologi digital dari sisi pembayaran, pemasaran, dan hal-hal penunjang perdagangan lainnya,” ungkap Jerry Sambuaga.

Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dari sisi perdagangan tercermin dari pertumbuhan niaga-el yang signifikan. Sepanjang semester I-2022, transaksi niaga-el meningkat secara nominal sebesar 22,1 persen (year-on-year) hingga mencapai Rp.227,8 triliun dan secara volume meningkat sebesar 39,9 persen (yoy) hingga mencapai 1,74 juta transaksi.

Wamendag : Tingkatkan Kualitas Ekosistem Niaga-Elektronik, Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital

Pada 2030, niaga-el business-to-business (B2B) dan business-to-consumer (B2C) lokapasar diproyeksikan dapat menyumbang nilai tertinggi dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia, yaitu sebesar Rp.1.908 triliun atau 34 persen.

Tingginya potensi ekonomi digital tersebut juga tak lepas dari terus meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Saat ini, sekitar 202,6 juta penduduk Indonesia telah memiliki akses terhadap internet dan pandemi Covid-19 juga menjadi momentum akselerasi transformasi perdagangan digital di Indonesia.

“Harapannya, perdagangan digital juga akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia. Misainya, melalui peningkatan efisiensi sektor logistik dan industry”, pungkas Jerry Sambuaga. (lela; foto humaskemendag)

Bagikan berita ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Berhasil Jalani Tugasnya Sebagai Panglima TNI, Jenderal Andika Pensiun Bisa Jabat Menhan
Next post Dr. Togar Situmorang S.H : Ibu Harus Tetap Berjuang Agar Keadilan Yang Ibu Inginkan Bisa Muncul