Pawitra Pradaksinapatha Festival Gunung Penanggungan

Sinmeta-, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menghelat Festival Penanggungan “Pawitra Pradaksinapatha” 2022 untuk kedua kalinya dan merupakan kolaborasi antara Disbudpar Jatim dan Unversitas Surabaya (Ubaya). Adapun rangkaian kegiatan yang digelar antara lain gelar Budaya Pawitra, Jelajah Jalur Kuno, dan Jelajah Situs Gunung Penanggungan.

Kegiatan dihadiri Sekda Provinsi Jawa Timur Bapak Adhy Karyono dan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto beserta rombongan. Kegiatan diikuti 75 orang yang terdiri dari mahasiswa pecinta alam dari Jatim maupun wilayah lain, stakeholder, komunitas pelestari cagar budaya, dan masyarakat sekitar.

Pawitra Pradaksinapatha Festival Gunung Penanggungan

Sebagai informasi, Pawitra Pradaksinapatha secara etimologi berasal dari kata Pawitra yang berarti Gunung Penanggungan dan Pradaksinapatha yang berarti berjalan melingkar searah jarum jam. Sehingga, Pawitra Pradaksinapatha memiliki arti berjalan mengelilingi jalur kuno Gunung Penanggungan searah jarum jam.

Gunung Penanggungan memiliki banyak keistimewaan jika dibandingkan gunung lain di Jawa Timur. Menurut cerita mitos dalam kitab Tantu Panggelaran, Gunung Penanggungan adalah puncak dari Mahameru, gunung tertinggi di alam semesta yang dipindahkan para dewa ke Pulau Jawa (Jawadwipa) untuk menjaga kestabilan dan keseimbangan.

Pada Kawasan Gunung Penanggungan terdapat banyak peninggalan kebesaran mulai dari abad X Masehi, hingga mencapai puncaknya pada masa Kerajaan Majapahit pada abad XV Masehi.

Pawitra Pradaksinapatha Festival Gunung Penanggungan

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/627/KPTS/013/2017 terdapat 198 peninggalan Cagar Budaya di Kawasan Gunung Penanggungan ini. Salah satu peninggalan Cagar Budaya yang cukup menarik adalah adanya jalur kuno pendakian yang melingkar (berbentuk spiral) sampai puncak gunung.

Jalur kuno tersebut merupakan jalan setapak yang telah ada sejak ratusan tahun silam yang dilalui para peziarah dalam melakukan ritual keagamaan di Gunung Penanggungan.

Sebagai upaya pelestarian Cagar Budaya yang ada di Kawasan Gunung Penanggungan tersebut, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Festival Penanggungan dengan tema “Pawitra Pradaksinapatha“ .

Tema tersebut terinsipirasi dari adanya jalur kuno yang melingkari puncak Gunung Penanggungan tersebut.  Pawitra Pradaksinapatha secara etimologi berasal dari kata Pawitra yang berarti Gunung Penanggungan, dan pradaksinapatha yang berarti berjalan melingkar searah jarum jam.

Pawitra Pradaksinapatha Festival Gunung Penanggungan

Sehingga Pawitra Pradaksinapatha artinya adalah berjalan mengelilingi jalur kuno Gunung Penanggungan searah jarum jam. Kegiatan ini  merupakan wujud pengembangan dan pemanfaatan Cagar Budaya di Kawasan Gunung Penanggungan dengan melibatkan unsur pentahelix yang diharapkan dapat memberikan dampak manfaat bagi masyakarakat sekitar.

Adapun rangkaian Kegiatan Festival Penanggungan Tahun 2022 terdiri dari : Gelar Budaya Pawitra (Sendratari Bagaskara Manjer Kawuryan), Ekspedisi Jelajah Jalur Kuno “Pawitra Pradaksinapatha”, dan Jelajah Situs Pawitra. (lela; foto disparjatim)

Bagikan berita ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Season 2 The Next Vibes, Potensi Talenta Industri Hiburan Daerah Akses Menuju Pangung Lebih Besar
Next post Presiden Jokowi Bagikan Bansos Di Pasar Pucang Anom